"

INFOPAJAJARAN.COM Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat (Dinsos Jabar) menunjukkan respons cepat dalam menyikapi musibah longsor yang menimpa warga.

Mereka sigap menyalurkan bantuan logistik kebencanaan vital bagi para korban yang terdampak di Kampung Pasir Kuning.

Lokasi terdampak berada di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Kepala Dinas Sosial Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, menjelaskan secara rinci jenis-jenis bantuan yang telah diberikan.

Bantuan tersebut dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan mendesak para pengungsi.

Berikut adalah beberapa item logistik utama yang disalurkan:

  • Tenda serbaguna
  • Tenda gulung
  • Kasur
  • Selimut
  • Kebutuhan keluarga
  • Pakaian anak dan dewasa

Selain perlengkapan pokok tersebut, Dinsos Jabar juga memastikan ketersediaan pangan bagi korban.

Bantuan makanan meliputi makanan siap saji, makanan khusus anak, serta lauk pauk.

Semua ini ditujukan guna menjamin kebutuhan dasar nutrisi para pengungsi tetap terpenuhi dengan baik.

Total nilai keseluruhan bantuan yang telah disalurkan mencapai angka fantastis, yaitu Rp295.499.850.

Anggaran tersebut sepenuhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menunjukkan komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan bencana.

Tak hanya logistik fisik, Dinsos Jabar juga menaruh perhatian pada kondisi mental dan emosional korban.

Mereka menyalurkan bantuan logistik khusus yang dialokasikan untuk kegiatan layanan dukungan psikososial.

Nilai bantuan untuk aspek ini mencapai Rp21.873.550, menegaskan pentingnya pemulihan psikis pasca-bencana.

Noneng menambahkan bahwa lokasi pengungsian sementara saat ini dipusatkan di Kantor Desa Pasirlangu.

Langkah ini diambil untuk memudahkan koordinasi dan distribusi bantuan kepada seluruh korban.

Penanganan bencana akan terus menjadi prioritas dan dilanjutkan pada tahap-tahap berikutnya.

Dinsos Jabar akan tetap melakukan pemantauan kondisi lapangan secara berkala dan intensif.

""Koordinasi erat dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, serta unsur terkait lainnya juga terus kami lakukan,"" tandas Noneng.

Koordinasi ini bertujuan guna memastikan kesiapsiagaan dan respons lanjutan yang cepat apabila terjadi bencana susulan di kemudian hari.

"