Meledak! Senator Graham Hantam Keras Eropa Pasca-serangan Iran: Kecam 'Kelembekan' Dan Seruan Negosiasi

INFOPAJAJARAN.COM - Senator Lindsey Graham dari Partai Republik Carolina Selatan melancarkan kecaman keras terhadap tiga kepala negara Eropa.

Kecaman ini terkait respons mereka terhadap gelombang serangan terbaru yang menargetkan Iran.

Ia bahkan menyebut reaksi tersebut sebagai sesuatu yang "sangat menyedihkan."

Latar Belakang Serangan dan Respons Awal

Operasi militer gabungan antara Amerika Serikat dan Israel, yang dijuluki "Operasi Epic Fury," diluncurkan pada dini hari Sabtu.

Presiden Trump secara resmi mengumumkan serangan tersebut melalui sebuah video yang diunggah ke Truth Social.

Trump menyatakan bahwa AS berupaya "mempertahankan rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman langsung dari rezim Iran.”

Namun, para pemimpin Jerman, Prancis, dan Inggris mengeluarkan surat bersama setelah serangan itu.

Dalam surat tersebut, mereka mendesak kedua negara untuk meredakan ketegangan dan melanjutkan kembali perundingan mengenai program nuklir Iran yang menjadi sengketa.

"Kami menyerukan dimulainya kembali negosiasi dan mendesak kepemimpinan Iran untuk mencari solusi melalui jalur negosiasi," tulis para pemimpin Eropa tersebut.

Mereka juga menambahkan, "Pada akhirnya, rakyat Iran harus diizinkan untuk menentukan masa depan mereka sendiri."

Kecaman Pedas Lindsey Graham

Graham, yang dikenal sebagai pendukung kuat intervensi militer di Iran, mengaku lebih dari sekadar "kecewa" dengan isi surat itu.

Ia bahkan menyebut kata "kecewa" sebagai "understatement" atau pernyataan yang terlalu halus untuk menggambarkan perasaannya.

Melalui unggahan panjang di platform media sosial X, Graham secara langsung menargetkan para pemimpin Prancis, Jerman, dan Inggris.

"Untuk para pemimpin Prancis, Jerman, dan Inggris: rakyat Iran tidak salah menuntut diakhirinya penindasan dari rezim ayatollah haus darah yang tangan mereka berlumuran darah Amerika dan Eropa," tulis Senator Republik itu.

Ia melanjutkan dengan retorika yang lebih tajam dan provokatif.

"Kalian secara kolektiflah yang salah karena menolak membantu rakyat Iran," tegasnya.

"Dan yang lebih parah, kalian justru menyarankan kami untuk terus bernegosiasi dengan 'Nazi religius'," tambahnya, secara eksplisit merujuk pada rezim Iran.

"Ini memalukan," serunya.

"Betapa jauhnya Eropa Barat telah jatuh," imbuhnya dengan nada menyesal.

Pesan Langsung dan Kritikan Tambahan

Senator yang juga dikenal sebagai salah satu "elang perang" utama di Senat ini mengakhiri responsnya dengan pesan langsung kepada para pengunjuk rasa rezim Iran.

"Presiden Trump mendengar seruan Anda," katanya.

"Bantuan telah tiba dalam jumlah besar," lanjutnya, menyiratkan dukungan militer AS yang signifikan.

"Untuk sekutu Eropa kami: kalian telah menjadi begitu lunak dan tampaknya kehilangan semangat untuk menghadapi kejahatan, kecuali jika itu terjadi di depan pintu kalian sendiri," tambahnya dengan nada sinis dan sarkasme.

"Sangat menyedihkan," tutupnya.

Implikasi dan Reaksi Internasional

Komentar Graham ini muncul menjelang pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pertemuan tersebut dijadwalkan pada hari Sabtu pukul 4 sore EST untuk membahas dampak serangan.

Panggilan untuk pertemuan mendesak ini datang dari Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Macron sendiri pada Sabtu pagi telah mengutuk serangan tersebut.

Ia menggemakan kekhawatiran negara-negara lain mengenai risiko eskalasi perang yang lebih luas pasca-operasi militer tersebut.

Di Amerika Serikat, dukungan dan penentangan para anggota parlemen terhadap serangan itu sebagian besar terbagi berdasarkan garis partai.