INFOPAJAJARAN.COM - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) baru-baru ini menunjukkan komitmen kuatnya dengan turut serta dalam kegiatan penting di Bandung.
Lembaga tersebut hadir dalam Sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) dan Forum Komunikasi Bisnis Sektor Perumahan.
Acara bergengsi ini digagas oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Bank BJB.
Bale Gede Pakuan di Bandung menjadi saksi bisu kolaborasi strategis ini.
Sinergi Lintas Sektor untuk Perumahan Rakyat
Menteri PKP, Maruarar Sirait, dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut meramaikan kegiatan tersebut dengan kehadiran mereka.
Rangkaian acara ini terbagi menjadi dua sesi paralel yang berjalan simultan.
Sesi pertama berfokus pada sosialisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dan rumah subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Lebih dari 360 peserta memadati sesi ini, meliputi beragam pihak mulai dari pelaku usaha sektor perumahan, kontraktor, hingga toko bahan bangunan dan UMKM.
Detail Kegiatan: Sosialisasi dan Forum Bisnis
Sementara itu, sesi kedua merupakan Forum Komunikasi Bisnis Sektor Perumahan yang lebih mendalam.
Forum ini melibatkan jajaran pimpinan Kementerian PKP, perwakilan BP Tapera, Ketua BPS, serta perwakilan dari Bank BTN.
Asosiasi pengembang terkemuka juga ikut ambil bagian, bersama PT Lippo Group yang dikenal sebagai pengembang kawasan Meikarta.
Memperkuat Pilar Pembiayaan Perumahan
Dalam kesempatan sosialisasi, Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, menegaskan pentingnya KUR Perumahan.
Menurutnya, KUR Perumahan adalah instrumen krusial untuk mempercepat ketersediaan rumah bagi masyarakat yang belum memiliki hunian.
Di sisi lain, Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera, Sid Herdi Kusuma, menjelaskan secara rinci skema pembiayaan rumah subsidi FLPP.
Ia juga menggarisbawahi peran vital BP Tapera dalam memastikan penyaluran dana yang tepat sasaran.
Kredit Program Perumahan: Lebih dari Sekadar Pembiayaan
Menteri PKP Maruarar Sirait secara tegas menyatakan bahwa Kredit Program Perumahan memiliki fungsi ganda.
Tidak hanya sebagai solusi pembiayaan hunian, program ini juga berperan sebagai motor penggerak roda ekonomi masyarakat.
Lebih jauh lagi, KPP menjadi penguat bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di sektor konstruksi dan bahan bangunan.
Masa Depan Meikarta dan Kesiapan Lahan
Dalam sebuah forum diskusi terpisah, Kementerian PKP bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat membahas potensi besar lahan Meikarta.
Fokus pembahasannya adalah pemanfaatan Meikarta sebagai kawasan hunian vertikal yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah bawah.
Isu percepatan perizinan serta harmonisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah menjadi poin sentral diskusi ini.
Menteri PKP juga memastikan bahwa status kepemilikan lahan tersebut telah dikoordinasikan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Hal ini menjamin bahwa lahan Meikarta berada dalam kondisi "clean and clear" dari masalah hukum.
Visi Strategis BP Tapera untuk Keberlanjutan
BP Tapera melihat forum ini sebagai sebuah langkah strategis yang fundamental.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor yang telah terjalin.
Selain itu, forum ini bertujuan untuk memperluas akses pembiayaan perumahan yang semakin terjangkau bagi masyarakat luas.
Terakhir, forum ini krusial untuk menjamin keberlanjutan program FLPP dan KUR Perumahan, khususnya di wilayah Jawa Barat.