Timur Tengah Bergejolak: Operasi Perubahan Rezim Guncang Iran, Pemimpin Tertinggi Tewas, Balasan Mematikan Melanda Kawasan!

INFOPAJAJARAN.COM - Setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi perubahan rezim yang mengejutkan terhadap Iran pada Sabtu pagi, rekaman yang muncul di media sosial dan geolokasi oleh CNN memberikan gambaran mengerikan tentang dampaknya.

Peristiwa ini menandai dimulainya babak baru yang penuh ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Serangan Awal dan Kematian Pemimpin Tertinggi Iran

Serangan tersebut secara signifikan menghantam target militer penting Iran.

Salah satu dampaknya yang paling menggemparkan adalah kabar tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Pengumuman tragis ini disampaikan oleh Presiden Donald Trump melalui platform Truth Social.

Selain itu, laporan media pemerintah menyebutkan sebuah serangan lain yang menewaskan puluhan siswa di sebuah sekolah dasar di Iran selatan.

Insiden ini menambah daftar panjang korban sipil yang tak terhindarkan dalam konflik.

Menyusul laporan awal mengenai serangan di ibu kota Iran, rekaman yang beredar dari dalam Teheran memperlihatkan kerusakan luas pada beberapa bangunan politik dan militer penting.

Hal ini mengindikasikan tingkat keparahan serangan awal yang dilancarkan.

Serangan gabungan AS dan Israel tampaknya secara spesifik menargetkan tokoh-tokoh politik senior di kompleks pemimpin tertinggi Iran.

Belum ada konfirmasi segera mengenai negara mana—atau apakah keduanya—yang menargetkan kompleks tersebut.

Fasilitas ini, yang dikenal sebagai beyt-e rahbari, telah lama menjadi pusat kekuasaan Ayatollah selama puluhan tahun.

CNN berhasil menggeolokasi beberapa video dari sudut berbeda yang menunjukkan asap membumbung dari dalam kompleks.

Gambar satelit yang ditangkap oleh Airbus juga menampilkan kerusakan pada beberapa bangunan di kompleks tersebut.

Masih belum jelas apakah Khamenei tewas di lokasi ini.

Ketika gumpalan asap membumbung tinggi di kota berpenduduk sekitar 10 juta orang itu, video yang diidentifikasi oleh CNN juga menunjukkan serangan terhadap kompleks Kementerian Intelijen Iran.

Meskipun sumber AS dan Israel menyatakan mereka menargetkan sasaran militer, video juga memperlihatkan dampak serangan pada area sipil yang padat penduduk.

Korban sipil terbesar sejauh ini dilaporkan berasal dari serangan terhadap sekolah perempuan di kota Minab, Iran selatan.

Sedikitnya 85 siswa tewas di Sekolah Shajaba Tayyiba, menurut kantor berita pemerintah IRNA, yang mengutip jaksa kota Minab.

Bulan Sabit Merah menempatkan jumlah korban lebih tinggi, yaitu 108 jiwa.

Sekolah tersebut terletak sekitar 60 meter (200 kaki) dari pangkalan militer Iran.

Meskipun sebelumnya tampak menjadi bagian dari fasilitas tersebut, citra satelit menunjukkan bahwa sekolah itu telah terpisah dari pangkalan sejak setidaknya tahun 2016.

Video lain yang ditinjau dan digeolokasikan oleh CNN menunjukkan beberapa kebakaran terjadi di pangkalan militer di sebelah sekolah.

Ketika ditanya mengenai serangan tersebut, juru bicara Komando Pusat AS, Tim Hawkins, menyatakan bahwa mereka 'menyadari laporan mengenai kerusakan sipil akibat operasi militer yang sedang berlangsung'.

Hawkins menambahkan bahwa mereka 'menanggapi laporan ini dengan serius dan sedang menyelidikinya'.

Dia menekankan bahwa 'perlindungan warga sipil sangat penting, dan kami akan terus mengambil semua tindakan pencegahan yang tersedia untuk meminimalkan risiko kerugian yang tidak disengaja'.

Balasan Brutal Iran Mengguncang Kawasan

Sebagai tanggapan atas agresi ini, Teheran segera melancarkan serangan balasan di seluruh Timur Tengah.

Rekaman video dari setidaknya lima negara Arab yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS—termasuk Yordania, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan Qatar—menunjukkan jangkauan target yang dihantam oleh Iran.

Target-target ini bervariasi dari fasilitas Angkatan Laut AS hingga distrik mewah Palm Jumeirah di Dubai.

Tak lama setelah dimulainya serangan AS-Israel, Iran meluncurkan serangkaian serangan balasan cepat yang menargetkan lokasi-lokasi di seluruh wilayah.

Ini termasuk beberapa pangkalan militer AS.

Iran juga meluncurkan puluhan rudal balistik menuju Israel, menurut Nour News, sebuah media yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Menurut IRGC, Pangkalan Udara al-Udeid di Qatar, Pangkalan Udara al-Salem di Kuwait, Pangkalan Udara al-Dhafra di UEA, dan pangkalan angkatan laut AS di Bahrain telah menjadi sasaran.

Pangkalan Udara Muwaffaq al-Salti di Yordania juga ditargetkan, menurut media pemerintah Iran, begitu pula pangkalan AS di Irak utara.

Serangan Paling Mencolok

  • Angkatan Laut AS di Bahrain: Salah satu serangan paling mencolok yang terekam dalam video adalah serangan Iran terhadap Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain.

    Dalam sebuah video yang direkam di dekat pangkalan militer Angkatan Laut AS di Manama, Bahrain, sebuah drone Shahed Iran terlihat langsung menghantam kubah radar di fasilitas tersebut.

    Serangan drone itu terjadi di dekat serangan sebelumnya terhadap Armada Kelima.

  • Target Komersial dan Residensial: Drone Iran juga menyerang target komersial dan perumahan di Teluk Persia.

    Beberapa video yang diidentifikasi oleh CNN menunjukkan serangan drone Shahed di dekat Hotel Fairmont di Dubai.

    Serangan ini menyebabkan ledakan besar dan kebakaran.

    Hotel Fairmont terletak di Palm Jumeirah yang mewah di Dubai, sebuah gugusan pulau buatan manusia yang padat penduduk di lepas pantai kota, dikenal karena apartemen, hotel, dan restorannya yang mewah.

    Beberapa video dari Bahrain menunjukkan salah satu drone Shahed menyerang lantai atas Menara Era Views, sebuah gedung residensial bertingkat tinggi yang berjarak sekitar satu mil dari pangkalan Angkatan Laut AS.

  • Bandara Internasional Kuwait: Di Kuwait, serangan drone di bandara internasional negara itu menyebabkan beberapa orang terluka dan kerusakan terbatas pada terminal penumpang.

    Hal ini dilaporkan oleh Otoritas Penerbangan Sipil Kuwait.

    Video yang direkam dari dalam bandara tampaknya menunjukkan akibat serangan tersebut.

  • Tel Aviv, Israel: Pada Sabtu malam, seorang produser di biro CNN di Tel Aviv membagikan video proyektil yang menghantam tanah di tengah sirene peringatan.

    Salah satu rudal tampaknya menembus sistem pertahanan udara Israel dan menghantam area Tel Aviv.

    Ini memicu ledakan besar dan mengirimkan awan gelap besar ke langit.

Masa Depan Konflik yang Tidak Pasti

Operasi AS dan Israel ini diperkirakan akan berlangsung selama beberapa hari, menurut dua sumber.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa serangan tersebut telah direncanakan dalam koordinasi erat dengan Washington selama berbulan-bulan.

Ketika serangan balasan Teheran terus berlanjut, militer Iran mengatakan akan memberikan 'pelajaran bersejarah' kepada AS dan Israel.

Dunia menahan napas menyaksikan eskalasi konflik yang berpotensi mengubah peta geopolitik global.