Polemik Jalan Rusak: Respons Santai Gubernur Jabar Tanggapi

INFOPAJAJARAN.COM - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menanggapi dengan tenang sebuah pernyataan dari Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, yang sempat menjadi sorotan di media sosial.

Pernyataan tersebut berkaitan dengan tantangan pembangunan jalan di tengah keterbatasan anggaran, yang kemudian memicu perbandingan antara kondisi infrastruktur Jawa Barat dan Kalimantan Barat.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berniat membandingkan pembangunan di Jawa Barat dengan provinsi lain.

Ia berpendapat bahwa perbandingan semacam itu tidak seharusnya dibesar-besarkan.

"Mohon maaf saya selama ini melaksanakan kegiatan pembangunan di Jawa Barat tidak ada maksud untuk diperbandingkan dengan daerah lain," ujar Dedi seperti dikutip dari akun Instagram pribadinya yang telah dikonfirmasi pada Sabtu, 11 April 2026.

Asal Muasal Polemik Perbandingan Infrastruktur

Polemik ini bermula ketika sebuah video beredar luas di media sosial, membandingkan kondisi jalan di Kalimantan Barat dengan Jawa Barat.

Video tersebut memicu beragam reaksi dari publik, termasuk tanggapan dari Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan.

Krisantus menilai perbandingan tersebut kurang tepat, mengingat adanya perbedaan signifikan dalam luas wilayah dan kemampuan anggaran kedua provinsi.

"Beberapa waktu lalu saya nonton TikTok, di kampung saya Sepauk. Gencar sekali menyebar. Jalan rusak dibanding-bandingkan dengan Provinsi Jawa Barat," ungkapnya.

Ia bahkan melontarkan tantangan terbuka kepada Dedi Mulyadi.

"Silakan saja, suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalbar. Saya mau lihat, tapi pakai APBD Rp 6 triliun bangun Kalbar. Kalau dia bisa, saya cium lututnya," tambahnya, menunjukkan betapa sulitnya pembangunan dengan anggaran terbatas.

Perbedaan Fundamental: Luas Wilayah dan Anggaran

Krisantus Kurniawan merinci perbedaan mendasar antara Kalimantan Barat dan Jawa Barat yang membuatnya membandingkan kedua daerah tersebut.

Perbedaan utama terletak pada luas wilayah dan kapasitas anggaran yang dimiliki oleh masing-masing provinsi.

Sebagai gambaran, luas wilayah Jawa Barat diperkirakan sekitar 43.000 kilometer persegi.

Sementara itu, luas wilayah Kalimantan Barat jauh lebih besar, mencapai sekitar 171.000 kilometer persegi.

Dari sisi anggaran, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat berada di kisaran Rp 31 triliun.

Angka ini sangat berbeda dengan APBD Kalimantan Barat yang hanya sekitar Rp 6 triliun.

Tanggapan Santai dan Penuh Hormat dari Gubernur Dedi Mulyadi

Menanggapi tantangan tersebut, Dedi Mulyadi merespons dengan nada yang santai dan penuh rasa hormat.

Ia justru mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepadanya dan pemerintah Jawa Barat.

"Buat Bapak Wakil Gubernur Kalimantan Barat, saya mengucapkan terima kasih atas tantangannya," ujar Dedi.

Ia menekankan bahwa setiap daerah memiliki tantangan pembangunan yang unik, sehingga perbandingan langsung antara satu daerah dengan daerah lain tidaklah elok.

"Kami juga memahami setiap daerah punya tantangannya sendiri-sendiri dan persoalan fiskal, kami juga memahami betapa beratnya daerah-daerah dengan luas yang seluas Kalimantan Barat dengan keterbatasan fiskal," jelasnya.

Dedi Mulyadi juga menyampaikan permohonan maaf apabila ada tindakan atau pernyataan yang dilakukan di Jawa Barat justru dianggap menyinggung pihak lain atau daerah lain.

"Saya juga mohon maaf apabila apa yang dilakukan di Jawa Barat menyinggung daerah lain," tuturnya.

Ajakan untuk Fokus Membangun dan Bekerja Sama

Alih-alih memperpanjang perdebatan yang tidak produktif, Dedi Mulyadi mengajak semua pihak untuk lebih fokus pada upaya membangun dan melayani masyarakat di daerah masing-masing.

Ia menilai bahwa kerja sama dan kolaborasi antar daerah jauh lebih penting dibandingkan saling membandingkan pencapaian.

"Semoga kita bisa bersama-sama untuk terus melayani masyarakat dengan baik dan semoga ke depan daerah-daerah tumbuh kemampuan fiskalnya sehingga dana bagi hasilnya bisa mengalir ke daerah," harapnya.

Gubernur Jawa Barat ini juga menyempatkan diri untuk mengirimkan salam kepada seluruh masyarakat Kalimantan Barat.

Ia turut mendoakan para pemimpin daerah agar senantiasa diberikan kesehatan dan kebahagiaan.

"Untuk itu, mari kita bersama-sama untuk terus melangkah memberikan yang terbaik bagi kepentingan masyarakat.

Salam buat seluruh warga Kalimantan Barat.

Semoga Pak Wagub sehat dan bahagia selalu," pungkasnya.

Upaya Pemerintah Kalbar dalam Penanganan Jalan

Di sisi lain, pemerintah daerah di Kalimantan Barat tidak tinggal diam dalam menghadapi persoalan infrastruktur jalan yang ada.

Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan menegaskan komitmennya untuk terus berupaya menangani kerusakan jalan, khususnya yang terjadi di wilayah Kabupaten Sintang.

Pihak pemerintah kabupaten telah mengambil langkah konkret dengan menurunkan alat dari Unit Pelaksana Jalan dan Jembatan (UPJJ) untuk segera memperbaiki ruas jalan yang rusak di daerah Bedayan.

"Infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Sintang memang berat dengan kekuatan fiskal yang ada.

Tapi, pemerintah provinsi tidak akan tinggal diam," tegas Krisantus, menunjukkan keseriusan dalam menangani masalah tersebut.

Sebelumnya, beredar video yang menampilkan keluhan warga mengenai kondisi jalan yang rusak parah di salah satu wilayah Kalimantan Barat.

Dalam video tersebut, seorang warga bahkan secara spesifik meminta bantuan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk perbaikan jalan.

"Tolong, lah Kang Dedi.

Jalan kami babak belur.

Gubernur kami pingsan kayaknya.

Gak ada bangun jalan kami," ujar salah seorang warga dalam video yang viral tersebut, menggambarkan keprihatinan masyarakat.

FAQ (Tanya Jawab Seputar Polemik Jalan)

Apa penyebab polemik antara Gubernur Jabar dan Wagub Kalbar?

Polemik bermula dari beredarnya video di media sosial yang membandingkan kondisi jalan rusak di Kalimantan Barat dengan infrastruktur Jawa Barat, memicu tanggapan dari Wakil Gubernur Kalimantan Barat.

Mengapa Wagub Kalbar merasa perbandingan tersebut tidak tepat?

Wagub Kalbar merasa perbandingan tersebut tidak tepat karena adanya perbedaan signifikan antara luas wilayah (Kalbar 171.000 km² vs Jabar 43.000 km²) dan kapasitas anggaran (APBD Kalbar Rp 6 triliun vs APBD Jabar Rp 31 triliun).

Bagaimana tanggapan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi terhadap tantangan tersebut?

Gubernur Dedi Mulyadi menanggapi dengan santai, mengucapkan terima kasih atas tantangannya, dan menegaskan bahwa ia tidak berniat membandingkan pembangunan antar daerah serta memahami beratnya tantangan di provinsi dengan luas dan anggaran terbatas.

Apa solusi yang ditawarkan Gubernur Dedi Mulyadi?

Gubernur Dedi Mulyadi mengajak semua pihak untuk fokus bekerja dan membangun daerah masing-masing, mengutamakan kerja sama, serta mendoakan kemajuan fiskal daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Bagaimana upaya penanganan jalan di Kalimantan Barat?

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, melalui Unit Pelaksana Jalan dan Jembatan, berupaya memperbaiki ruas jalan yang rusak, termasuk di Kabupaten Sintang, meskipun menyadari keterbatasan fiskal.